Titip Rindu Buat Ibu
Siluet ketuaan berbaris pada sebuah wajah
Senyum bahasa lelah
Menghadirkan ilustrasi
Sekeping hati pudar
Rangka-rangka yang rapuh
Berusaha menegakkan gumpalan
Daging yang tersisa oleh kejamnya realita
Kau sambut kemanjaanku
Dengan keteduhan sebuah tatapan
Kau rangkul egoku
Dengan lafaz kelembutan
Berbagi ceria terpaksa terlukis
Demi ketabahan sang permata hati
Lambaian tangan sang mentari
Dalam laju waktu
Tak selangkah menggerakkan hati
menoleh pada cahaya lain
Engkau tenggelamkan dirimu
Dalam lautan Cinta hakiki
Engkau leburkan hatimu
Ditengah ratapan sapaan malam
Menanti secercah asa
Bersama hamparan
Permata berbisik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan