Garang surya menikam ubun-ubun
Mengecam tawa pemilik ladang beton yang menjadikannya rapuh
Merobek pesona wajah pesolek yang tak henti mengutuk datangnya
Kornea mengering, mata tak mampu lagi menyaksikan hijaunya perbukitan
Tak ada setitik oase menyisa
Untuk sekedar melepas dahaga pengembara
Semua tertelan mayapada
Menjelma seonggok batu membara
Sebagai saksi ketamakan anak-anak Adam
Makassar, 01 November 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan