Dunia sedang ditata
Menaruh lampu binar di panggung sandiwara
Mengembangkan tirai-tirai hitam
Tempat kelam berselimut senyum
Setiap pemain berias putih
Wajah tak lagi semerona purnama
Bisikan nurani terkubur ambisi
Mereka mengejar bintang
Tanpa peduli hati yang lain
Aku dipinjami topeng Enstein
Dia diberi topeng Darwin
Mereka memakai wajah Da Vinci
Sebagian meminjam muka Shakespiere
Di sana beribu rupa Karl Marx
Di sini bertabur kebengisan wajah Hitler
Di jantung kota keangkuhan Firaun merajai
Di sisi-sisi jalan tawa Mbah Surip mewarnai
Sedikit kulihat intelek Ali Syariati
Manusia bermain peran dengan seribu wajah
Lantas di manakah wajahku, wajahmu, dan wajah kita?
Makassar, 22 Juli 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan