Sya'ban menggantung di sudut cakrawala
Mega bersenandung menanti ramadhan
Marhaban ya ramadhan
Wajah gundah tenggelam dalam lantunan doa-doa suci
Yang melafazkan keagungan-Nya
Bersama ramadhan
Tak ada lisan yang kering
Tak ada kata yang latah
Tak ada tindak tanpa makna
Semua harap berujung ijabah
Karena ramadhan berselimut rahmat-Nya
Marhaban ya ramadhan
Bukan syair belenggu nafsu
Bukan irama mencari perhatian
Bukan cerita keangkuhan
Diri-diri yang bernaung di kubah masjid
Tanpa perduli jeritan sesama
Marhaban ya ramadhan
Menantimu
Laksana menyusun harapan
Pada kedalaman rindu
Makassar, 12 Agustus 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan