Selaksa gurat duka
Sejumput gurat dendam
Merangkai sepasang sayap pelangi
Menyilaukan keangkuhan dogma
Yang dipertuhankan perawan suci
Kala senja bertabir gelap
Binar langkah menyapu malam
Istana beton menanti
Siul binal bertalu
Merah cahaya menerbangkan kupu-kupu
Melakonkan skenario yang ditulis untuknya
Opera telah digelar
Topeng-topeng meruah di sisi jalan
Siluet penari meliuk-liuk
Panggung hitam dilumuri penggoda
Tak ada yang tahu, dimana akhirnya
Mungkin pagi, saat malam enggan sendiri
Mungkin senja, kala pagi lelah mencumbui matahari
Atau mungkin…….
Saat kupu-kupu kehilangan sayap
Makassar, 20 Mei 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan