Sabtu, 07 November 2009

Opera Kupu-Kupu

Selaksa gurat duka
Sejumput gurat dendam
Merangkai sepasang sayap pelangi
Menyilaukan keangkuhan dogma
Yang dipertuhankan perawan suci

Kala senja bertabir gelap
Binar langkah menyapu malam
Istana beton menanti
Siul binal bertalu
Merah cahaya menerbangkan kupu-kupu
Melakonkan skenario yang ditulis untuknya

Opera telah digelar
Topeng-topeng meruah di sisi jalan
Siluet penari meliuk-liuk
Panggung hitam dilumuri penggoda
Tak ada yang tahu, dimana akhirnya
Mungkin pagi, saat malam enggan sendiri
Mungkin senja, kala pagi lelah mencumbui matahari
Atau mungkin…….
Saat kupu-kupu kehilangan sayap

Makassar, 20 Mei 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan