Lika-liku luka, terdampar pada pinggiran selokan
Membentur sebuah orok, teronggok dikerumuni lalat
Lika-liku luka, menempel pada dinding warung remang-remang
Mengintip seorang perempuan membiarkan selangkangannya dipenuhi noda
Dan tubuh bermandi cemooh
Agar periuk tak sekering kemarin
Lika-liku luka, mengetuk pintu rumah semi permanen
Menyusun tumpukan barang bekas yang menimbuni mimpi seorang bocah
Bermain mobil-mobilan di taman bermain sambil berkeliling di pusat perbelanjaan
Lika-liku luka, terjepit di antara bata merah
Merekam biografi buruh bangunan
Mencandai matahari dengan tubuh dekil
Menyusun mimpi di atas pasir, memiliki rumah layaknya Si Tuan
Lika-liku luka, mendentingkan terali-terali buih
Membuka memoar Si Pencuri ayam jantan
Separuh wajah memar diamuk massa, meratapi nasib menjadi Wong cilik
Lika-liku luka, berdiri mematung di depan pagar besi
Menatap laras panjang, penjaga bangunan megah bercat putih
Tempat penawar luka diramu dalam bejana berlubang
Makassar, 27 Oktober 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan