Jumat, 13 Agustus 2010

Segelas Teh Di Suatu Sore


Sebelum segelas teh kehilangan hangatnya
Mampirlah
Mari saling bicara
Tentang metafora hidup
Yang belum kau temukan

Duduklah
Nikmati sejenak indahnya sore
Yang ditudungi mega merah
Darinya kita berkaca
Tentang waktu yang senantiasa berganti
Kadang terang
Dan gelap pun ada

Senyumlah
Kalahkan mendung di matamu
Jangan biarkan titik-titik hujan jatuh
Saat gulungan ombak menjilat-jilat
Yang ada dirimu akan tenggelam
Dalam duka yang tak berujung

Teguklah segelas teh sebelum ia terlanjur mendingin
Rasakanlah hangatnya merasuk ke celah-celah jiwamu
Setelah itu barulah menata hati
Lalu tanyai akal
Hendak ke mana
Untuk apa
Dan kembalimu di mana

 Bulukumba, 03 Ramadhan 1431H (sore, menanti segelas teh segarkan kerongkongan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan