“Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia....”(Seno)
Senin, 16 Agustus 2010
Bisik Bisik Ke-merdeka-an
Ibu, mengapa banyak bendera
Untuk apa mimbar di lapangan sana
Ada yang ulang tahun?
Mana kue tarnya
Atau nasi tumpeng saja
Mungkin hanya air putih yah, Bu.....
Anakku, sebentar siang ada yang hajatan
Pesta besar
Dihadiri orang besar
Ssssssssstttttttttt....jangan ribut
Sebab disanalah resah akan terbelah
Janji akan tumpah
Rayuan kegelisahan terbungkam
Romansa melankolik diputar kembali
Hajatan apa, Bu??
Aku ingin ke sana
Melihat paman-paman yang berbaju bagus
Mencium aroma wangi, bukan minyak gosok milik bapak
Aku ingin minta dibelikan kembang gula
Mumpung mereka lagi ngumpul
Sudahlah, Anakku....
Tak perlu banyak berharap
Minta di kedai mbok Minah saja
Permen lima ratus perak lebih dari cukup untukmu
Biarkan paman-paman itu menyelesaikan ritualnya
Ayo kembali bekerja
Pungut botol-botol bekas itu
Agar ditukar dengan recehan
Buat sekaleng beras hari ini
Bulukumba, 07 Ramadhan 2010 (hari kemerdekaanku....kian lusuh Indonesiaku)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan