Mari merangkai butiran air mata
Menjadi kepingan logam tuk menebus sekaleng beras
Mari menampung tetesan keringat
Menjadi setitik bening pelepas dahaga si bungsu yang kehabisan susu
Mari menegakkan punggung lelahmu
Tuk menyanggah gubuk kardus yang digerogoti tikus
Mari menata rangka-rangka kurus
Tuk menggapai puncak mimpi yang diselimuti dingin
Mari senantiasa tertawa
Tuk menghidupkan hari yang setengah mati
Mari menatap awan berarak
Tuk melihat kesempurnaan ilahih yang dilukisnya
Mari menafakkuri malam
Tuk melepas semua lara yang menggurat wajah
Mari meraih bintang
Mari menjemput purnama
Sinarilah jalanmu denganya
Agar suatu hari
Engkau menoreh kisah abadi
Di dada mereka
Si pemotong rumput kecil
Makassar, 04 Juli 2010
terinspirasi dari "Daeng S" yang berdomisili dekat pondokanku.......setiap hari mengais sampah-sampah tuk dijadikan rupiah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan