Engkaukah yang bertandang dalam pekat
Datang memetikkan dawai kasih
Pada senarsenar hening
Dalam rupa samar banyang
Dan langkah malumalu
Lantas
Pelan kau panggil aku
Terbang bersama angin
Menujumu
Katanya
Kau akan mengajakku
Ke taman kebadian
Menyaksikan tarian kupu-kupu
Merasai melodi gemerisik air
Membelai satu persatu rerumputan
Pengecap aroma tanah basah
Oleh hujan semalam
Berlari-lari kecil berkeliling istana mungil
Tempat jiwa putih kelak bermekaran
Dan kita pun menjadi tua
Rapuh oleh waktu
Dan bentang usia
Janjimu
Tak akan jauh
Tak membiarkan mendung
Menggelayut di mataku
Tetapi
Saat semuanya cerah
Kemana dirimu
Bahkan jejakmu
Tak dapat kurasai
Bulukumba, 25 Agustus 2011 (coretan resah-resah jiwa)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan