Selasa, 09 Februari 2010

Gerimis Saat Kelam

Mendung, menggelayut di mata yang cerlang
Gelap menutupi celah-celah sinarnya
Gerimis sengaja kau dudukkan di kornea itu
Menjalin kisah air mata yang bisu

Dalam diam, nokta terukir di wajah meranum
Menampung titik-titik gelisah
Menjadi secawan ketakutan yang menikam
Membunuh sapaan cinta yang menjadi terlarang

Satu nyawa berlindung di rumah suci
Satu kata mesti tertucap tuk menjawab tanya
Satu laku, menjemput tanggung jawab
Dari peristiwa sesaat saat malam kelam
Menanti restu di ujung kegalauan

Bulukumba, 9 Februari 2010 (meretas kepedihan seorang gadis di suatu senja)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan