Mendung, menggelayut di mata yang cerlang
Gelap menutupi celah-celah sinarnya
Gerimis sengaja kau dudukkan di kornea itu
Menjalin kisah air mata yang bisu
Dalam diam, nokta terukir di wajah meranum
Menampung titik-titik gelisah
Menjadi secawan ketakutan yang menikam
Membunuh sapaan cinta yang menjadi terlarang
Satu nyawa berlindung di rumah suci
Satu kata mesti tertucap tuk menjawab tanya
Satu laku, menjemput tanggung jawab
Dari peristiwa sesaat saat malam kelam
Menanti restu di ujung kegalauan
Bulukumba, 9 Februari 2010 (meretas kepedihan seorang gadis di suatu senja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kritik apa saja yang anda lihat, rasa, dan pikirkan